Digital Friendly

Polling
Dimana tempat membeli cokelat favorit Anda?

Death by Chocolate
Awfully Chocolate
Harvest Cake
Dapur Cokelat

Hasil Polling

Dimana tempat membeli cokelat favorit Anda?

Death by Chocolate

73(20 %)
Awfully Chocolate
45(12 %)
Harvest Cake
127(34 %)
Dapur Cokelat
127(34 %)


Low Carbohydrate Diet: Mengapa & Bagaimana?



 

Oleh Nur Aini

Kesehatan tubuh kita ditentukan oleh apa yang kita makan.

Tubuh setiap orang menggambarkan zat gizi yang masuk, sehingga konsep ”makan yang sehat” harus mendapat perhatian saat ini. Cara kita memenuhi seluruh kebutuhan gizi dalam makanan harian menjadi kiat yang perlu diterapkan sehari-hari.

Fungsi karbohidrat dalam tubuh

Rata-rata tubuh orang dewasa perlu 2000 sampai 3000 Kal per hari. Karyawan kantor memerlukan kalori yang lebih kecil dibanding pekerja berat atau atlet. Namun semua kelompok tersebut sama-sama memperoleh kalori terutama dari makanan pokok, lemak dan protein. Makanan pokok merupakan sumber karbohidrat seperti seperti nasi, roti, jagung dan ubi.

Karbohidrat pada umumnya dipakai tubuh untuk memberi tenaga, begitu juga lemak. Satu gram karbohidrat atau satu gram protein menghasilkan 4 Kalori, sedangkan satu gram lemak menghasilkan 9 Kalori bagi tubuh.

Sumber-sumber karbohidrat

Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan pokok. Karbohidrat juga berasal dari makanan dan minuman yang manis seperti gula pasir, gula merah, minuman ringan, makanan kudapan, es krim dan berbagai jenis buah-buahan terutama jenis buah yang sangat manis seperti nangka, cempedak, durian dan sawo yang bersifat glisaemik.
Dengan bantuan enzim, tubuh mengubah semua jenis karbohidrat, baik dalam bentuk polisakarida maupun disakarida menjadi bentuk akhir gula sederhana yaitu glukosa. Glukosa inilah yang dipakai menjadi kalori untuk menghasilkan tenaga yang dipakai oleh tubuh sehari-hari respon karbohidrat dalam tubuh menjadi glukosa dapat dilihat dari nilai indeks glisemiknya (lihat KULINOLOGI INDONESIA edisi 6 vol I).

Indeks glisemik (IG) didefinisikan sebagai rasio antara luas kurva glukosa darah seseorang yang mengonsumsi makanan yang diuji yang mengandung karbohidrat total setara 50 gram gula, terhadap luas glukosa darah setelah makan 50 gram glukosa, pada hari yang berbeda dan pada orang yang sama. IG berhubungan dengan respon glukosa makanan tersebut, sedang respon glukosa berhubungan dengan kecernaan makanan. Karena kadar glukosa darah menggambarkan kecernaan dan absorbsi karbohidrat, dapat dikatakan bahwa indeks glisemik yang rendah umumnya disebabkan kecernaannya yang rendah.

Selain dalam bentuk glukosa, ada gula dalam bentuk sukrosa yang banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran, fruktosa yang terdapat pada buah-buahan, laktosa (gula susu), maltosa yang terdapat pada kecambah serta mannosa yang terdapat pada tumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun lidah kita tidak merasa manis waktu mengkonsumsi sayuran, tubuh kita sudah mendapat kalori dari gula.

Selain gula, dalam makanan berkarbohidrat juga terdapat sellulosa atau bahan serat. Sellulosa ini yang tidak mengalami proses pemecahan menjadi gula dan tersisa di usus sebagai serat. Serat dibutuhkan tubuh untuk melancarkan kerja pencernaan, sehingga dalam menu harian harus selalu tersedia makanan berserat. Ada dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tak larut. Serat larut yang tak kasat mata seperti yang terdapat pada kulit ari dari serealia (beras merah, roti gandum), kacang-kacangan dan buah. Serat larut dapat menstabilkan gula darah sehingga memperlambat rasa lapar. Serat tak larut dapat dilihat oleh mata dan sebelum ditelan harus dikunyah dengan baik. Contoh serat tak larut adalah sayuran.

Makanan berkarbohidrat dan kesehatan

Lebih dari 30 tahun yang lalu, para pakar kesehatan, dokter, dan pengamat diet berulang kali menyarankan agar mengurangi konsumsi lemak dan makan lebih banyak karbohidrat. Namun, sekarang kita mengetahui bahwa kandungan lemak dalam diet, termasuk lemak jenuh, nampaknya tidak terlalu berbahaya, termasuk kandungan lemak omega-3 yang ditemukan dalam daging ikan berlemak, secara positif bermanfaat. Di sisi lain, diet dengan karbohidrat berlebih memiliki beberapa kapasitas yang mungkin dapat membawa banyak penyakit, termasuk naiknya berat badan (obesitas), diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular.

Obesitas merupakan keadaan yang menunjukkan ketidakseimbangan antara tinggi dan berat badan akibat kelebihan jaringan lemak dalam tubuh sehingga kelebihan berat badan yang melampaui ukuran ideal. Obesitas terjadi akibat energi yang masuk ke dalam tubuh selalu berlebih sehingga tertimbun dalam bentuk lemak atau sel adipose di bagian bawah kulit. Obesitas tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga menjadi pencetus munculnya sejumlah penyakit seperti diabetes, hipertensi dan serangan jantung.
Penyakit diabetes merupakan penyakit gangguan metabolisme karbohidrat, yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Ada 2 macam penyakit diabetes yaitu IDDM (Insulin-Dependent Diabetes Militus) yang disebabkan kerusakan sel-sel dalam pankreas dan NIDDM (Non Insulin-Dependent Diabetes Militus) yang disebabkan oleh kekurangan reseptor insulin (Burtis et al., 1988). Pada tahun 2010 diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus mencapai 5 juta orang (Gunawan dan Tandra, 1998).

Karbohidrat dapat meningkatkan produksi insulin yang dapat meningkatkan berat badan sehingga mengakibatkan obesitas. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berkarbohidrat yang diolah pabrik (refined diet) dan gula pasir akan mangakibatkan gangguan usus (diverticulitis), kanker usus besar, gangguan pembuluh balik tungkai dan wasir (Nadesul, 2008).

Makanan berkarbohidrat yang diolah sudah kehilangan sebagian besar serat, selain kehilangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Apabila tubuh kekurangan serat, flora dalam usus ikut terganggu karena sebagian kuman usus ikut terbuang bersama tinja sehingga tumbuh kuman usus yang tidak bersahabat.

Low carbohydrate diet

Sebagai upaya menurunkan berat badan yang berlebih karena obesitas dan untuk menekan jumlah penderita diabetes maupun penyakit lain kita perlu memperhatikan pola makan. Hal ini dapat dicapai dengan pengelolaan diet yang benar dan pemilihan makanan yang tepat.

Semakin tinggi kadar karbohidrat, semakin tidak baik bagi penderita diabetes, sehingga asupan karbohidrat ke dalam tubuh perlu dikurangi. Selain pengaruhnya terhadap dibetes melitus, pada orang yang obesitas dengan diet rendah karbohidrat lebih cepat menurunkan berat badannya dibanding dengan mereka yang melakukan diet rendah lemak.

Karbohidrat yang dikonsumsi akan terurai menjadi glukosa kemudian disimpan sebagai glikogen di otot dan organ hati.
Simpanan glikogen menyerap air yang beratnya tiga kali lipatnya sehingga apabila pola makan Anda terlalu tinggi karbohidrat, tubuh akan menyimpan air.
Dengan mengurangi konsumsi karbohidrat setiap hari, tubuh akan membakar cadangan karbohidrat (glikogen) untuk energi. Saat tubuh membakar glikogen, air dikeluarkan dari dalam tubuh dan akhirnya berat badan akan berkurang. Hal inilah yang menyebabkan mereka yang diet rendah karbohidrat cepat mengalami penurunan berat badan. Yang terjadi sebenarnya hanya kandungan air di tubuh mereka yang berkurang.

Diet dengan mengurangi karbohidrat juga akan menyebabkan berkurangnya stimulasi dari sebagian sistem syaraf yang bertugas memacu metabolisme lemak, sehingga lebih banyak membakar kalori. Keadaan sebaliknya akan terjadi jika dalam makanan terdapat karbohidrat, sehingga metabolisme lemak akan terpacu kembali.

Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa diet rendah lemak hanya ampuh apabila makanan yang dipilih juga mengandung banyak serat seperti buah, sayuran, dan whole grains. Sebaliknya, diet rendah lemak yang juga rendah serat dan tinggi gula, garam, dan bahan pengawet malah dapat memicu timbulnya gas diperut (membuat perut terlihat buncit) penambah berat badan.

Sebagian besar asupan karbohidrat di luar makanan pokok melebihi kebutuhan tubuh, sehingga semakin besar jumlah kalori yang diterima oleh tubuh. Selain itu, di dalam tubuh, protein juga akan diubah menjadi glycogen yang pada akhirnya akan diubah juga menjadi glukosa. Oleh karena itu, kalau tubuh tidak mau kelebihan gula, semua jenis makanan berkarbohidrat tinggi harus dikurangi. Bukan hanya mengurangi jenis makanan dan minuman yang manis saja, tetapi juga karbohidrat yang rasanya tawar dari makanan pokok seperti nasi dan mie. Sedangkan sumber karbohidrat dari buah-buahan dan sayuran tetap kita konsumsi dengan jumlah lebih banyak.

Tidak berarti orang lantas tidak makan semua jenis karbohidrat. Bahan pangan berkarbohidrat dengan IG rendah baik dikonsumsi pada orang yang melakukan low carbohydrate diet ini. Contoh bahan pangan dengan IG rendah adalah garut (14), uwi (Dioscorea allata) (73) dan singkong (78) (Marsono, 2002).

Pada cara diet ini, asupan karbohidrat hanya dikurangi sedangkan asupan protein dan lemak tetap diperhatikan, namun tidak terlalu tinggi. Mengurangi asupan karbohidrat dan menambah protein dengan harapan akan membantu tubuh membakar lemak lebih. Akan tetapi apabila hal itu dilakukan terus menerus, dapat menimbulkan hal yang membahayakan bagi ginjal.

Pada saat proses katabolik, dimana protein diubah menjadi glukosa sebagai energi, protein akan diambil dari otot yang akan menyebabkan massa otot berkurang. Pada saat perubahan protein menjadi glukosa menghasilkan sisa buangan berupa nitrogen yang harus dibuang melalui urine dan keringat. Nitrogen yang dibuang melalui urine ini akan membebani ginjal.
Semakin rendah asupan karbohidrat, semakin tinggi aktivitas yang kita lakukan dan semakin banyak protein yang kita konsumsi, dalam waktu yang lama, akan merugikan ginjal kita. Banyak minum air yang diharapkan akan melancarkan proses ginjal, juga akan membebani ginjal apabila diet seperti ini diteruskan karena sisa buangan tersebut tetap harus melewati ginjal kita.

Harus diperhatikan adalah mengecek kondisi ginjal, apabila ada kelainan baik itu karena genetik atau penyakit tertentu, jangan lakukan pola diet ini. Bagi yang sangat overweight, ingin mendapatkan hasil yang cepat, pola diet ini bisa digunakan, tetapi jangan lebih dari satu bulan, dengan catatan kondisi ginjal baik-baik saja.
Untuk menghindari kenaikan berat badan dan diabetes mellitus serta penyakit lain karena mengkonsumsi terlalu banyak jenis karbohidrat yang salah, ikuti tips berikut ini.

Selamat berdiet rendah karbohidrat, semoga lancar, jangan lupa tetap jaga kesehatan Anda.

Nur Aini, Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pertanian UNSOED Purwokerto

Referensi

  • Burtis, G., Davis, J., and Martin, S. 1988. Applied Nutrition and Diet Therapy. WB Saunders Co. Sidney.
  • Gunawan, A dan Tandra, H. 1998. Patogenesis Diabetes Mellitus Tidak Tergantung Insulin (DMTII). Diabetes 4(1).
  • Marsono Y. 2002. Indeks Glisemik Umbi- umbian. Agritech 22(1): 13-16.
| 2009-12-15





Tips Simpan Daging Beku

Tips Thawing Bahan Pangan

Tips Penanganan Starter Yoghurt

Hantaran & Hidangan Lebaran Populer Daerah

Beragam Cita Rasa Minuman Daerah

Lebih dekat dengan Pasta

Mampir ke surga olahan pasta ekonomis

Kepincut Sedapnya Masakan di Mkt Steak

All Pasta Dining at Warung Pasta

W-Miitem Si Hitam yang Memikat

Melirik sukses dapurnya Dapur Cokelat

Cokelat Kematian ala Dbc

Citarasa Cokelat Perancis di Kemang

Cimory Patisserie

Sehat dengan Gado

Perpaduan Sunda-Bali di Bukit Gumati

Kembang Desa yang Mempesona

Sensasi Timur Tengah Ala Mid East Resto

Shrimp Mixed Vegetable

Grilled Salmon Teriyaki Sauce

Roasted Shrimp

Yoghurt parfaits

Simple Oatmeal with Mixed Fruit

Resep Lebaran Fiesta 2014

SPAGHETTI CHICKEN BOLOGNESE

Ribuan Bingkisan untuk Ibu dari ABC Dapur Peduli

Ragam Olahan Kedelai Sumber Isoflavon

Membidik Pasar Horeka di Indonesia Timur

Manajemen Parador Siap kelola 99 Hotel

Festival Kuno Lan Kini dalam Peluncuran Teh SariMelati

Memulai Tahun Bersama Festival Buah Nusantara di Lotte Mart

Nikmatnya ”Kraca” untuk Berbuka

launching buku"Smart Eating: Nutritious & Delicious"

Ongol ongol

cenil

Tongkol Masak Bumbu Tomat

Laksa Serabut Ayam

Chef I Made Sutisna Juarai ‘Fonterra Pastry Challenge 2011’

Bersiap untuk Indonesia Chef of The Year 2012

FHT Bali Siap Digelar

Pengunjung Mulai Memadati Pameran FHT 2012

Hari Kedua: Chef Vindex Persembahkan Meat Ball

Berkenalan dengan Kuliner Khas Sulawesi

Jelajah Kuliner Khas Batak

Icip-icip Kuliner  Kota Pahlawan

Jelajah Kuliner Kota Tahu

Berwisata Kuliner Jogja

Sensasi Kuliner Khas Aceh

Telusuri Kuliner “Langka” dari Kota “Laka-Laka”

Semarang, Surga Kuliner bagi Wisatawan

Konsumsi Daging Merah Cegah Penyakit Kelainan Darah

Kuliner Purworejo

Eksplorasi Kuliner Bandung

Pempek

Si Manis yang Cantik dalam Popular Sweet Delight

Mengapa HACCP Penting untuk Jaminan Keamanan Pangan?

Steak Daging Premium Hadir di Tamani Kafe Grill

Picu Kreatifitas dengan Minum Teh

CHEF OF THE YEAR 2012 – BABAK SEMIFINAL PUTARAN KEDUA – BANDUNG

Fonterra Foodservices Selenggarakan Pastry Master Class

Kartika Chandra Sajikan Festival Masakan Sunda

Hasil-hasil Semi Final Chef of The Year 2012 Area Surabaya 

Inilah Chef of The Year 2012 !!

One Stop Entertainment Ala Fourties Resto Wine House KTV Kemang

Apa dan Bagaimana HACCP untuk Industri Jasa Boga

Tamara Cintai Dunia Kuliner

Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Bandung Menjadi Tuan Rumah Asia Tourism Forum

Mayumi, Produk Baru dari Ajinomoto

Makan Buah Dukung Hidup Sehat dan Aktif

Malam Romantis Ditemani Teh Hangat

Chef Marco Pierre White  Berbagi Ilmu dengan Pemenang Chef of the Year 2012

Menerapkan Diet Mediterania untuk Hidup Lebih Sehat

Jelajahi Kekayaan Khasanah Kuliner Nusantara di Jakarta Fashion & Food Festival 2012

Menyambut Bogor Organic Fair 2

Bagaimana Memulai Bisnis Bakery?

Royco Lahirkan Bumbu Komplit

Culinary Challenges di SAGES Institute

Pameran Bergengsi: Tea Fair,  kembali digelar di Bulan Agustus

Sajian Ala Kaisar Cina di Taste Paradise

Keamanan Pangan di Bisnis Horeca, Sistem Kontrol dan Penerapannya

Kreasi Masakan Keluarga Harus Penuhi Aspek '3J'

Festival Buah Nusantara dari Nusa Fresh

Ajang Kompetisi Bergengsi, Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012

Mencermati Status Kebenaran Produk Pangan Organik

Tanaman Herbal tidak Sekadar untuk Jamu

Pemenang Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012

Terapkan Pola Hidup Sehat dengan Biasakan Sarapan

Festival Buah Nusantara Resmi Dibuka.

Program ABC Dapur Peduli Kembali Digelar Ketiga Kalinya

Mi jagung: pilihan alternatif diversifikasi pangan

Daging dan Telur Ayam Bantu Maksimalkan Perkembangan Otak Anak

Triple Opening Ceremony Cimory Group

Es Teler 77 Pecahkan Rekor MURI

Membiasakan Konsumsi Protein Hewani Sejak Kecil

Songsong Ramadhan, Dibuka Pusat Konsultasi Kesehatan Lambung

Berkreasi dengan Buah

Varian terbaru Wall’s Dung Dung dalam Kedai Dung Dung

De Rainbow District, Kreasi Hidangan Spesial Magnum Cafe 

Memasak dan menyiapkan paket berbuka bersama ABC Dapur Peduli

Jaga Kesehatan dengan Minum air bersih

La Piazza Suguhkan Arabian Night Food Festival

Mewaspadai Pangan Kadaluarsa

Demo Masak Bersama Chef Mary Cech dan Jill Sandique

Menu Baru Hoka Hoka Bento Bersama Buavita

Wall's Perkenalkan Es Krim Magnum Gold Rasa Cokelat Vanilla

Ajinomoto Tingkatkan Kapasitas Produksi Masako®

Hong Kong Houseware Fair : Asia’s Biggest Houseware Event

Kampanye “MANGGA MANIA” bersama Nusa Fresh

Kecap Bango Songsong Hari Raya Idul Adha

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi

Wanita Indonesia Rentan Osteoporosis

Fortifikasi Pangan di Indonesia

Merancang Generasi Masa Depan yang Cerdas 

Yuk Lebih Tahu Aneka Sosis!

Kebutuhan Sumber Protein bagi Kesehatan Tubuh

Gembira Ria Bersama Qtela Kerupuk

Premix = Basic Recipe

Pemecahan Rekor 280 Masakan Berbahan Daging Ayam

Gubernur Jokowi Dianugerahi Pejuang Pencegahan Osteoporosis

Paket Hidangan Qurban untuk Dhuafa

Yuk, Bijak Memilih Minyak Goreng !

Hindari Obesitas Sentral

Tubuh Ideal: Langsing atau Berotot?

Asian Fusion: Padu Padan Cita Rasa Asia dan Eropa

Nutricosmetic, Mewujudkan Kecantikan dari Dalam

Tren Diversifikasi Pangan Indonesia

Mengenal Aneka Jenis Roti

Serunya 9.080 anak Bikin Pizza di “Pizza Maker Juniors”

The Berries Family

Lapis Legit, Kekayaan Kuliner Bangsa Indonesia

The Park Lane Hotel Terima Sertifikasi HACCP dari Mbrio

Manfaat Lemak Bagi Tubuh

Tips Membuat Dashi ala Chef Kondo

Mari Membuat Donauwellen

Snack Praktis untuk Buah Hati

Cara Menjaga Mutu Minyak dalam Usaha Kuliner

Populerkan Kue Tradisional Indonesia

Lomba Makan Sushi Bersama Sushi Tei Indonesia

Kurangi Asupan Garam dengan Cara yang Menyenangkan

Eksplorasi Manfaat Umami

STP Bandung Susun Buku Kuliner Nusantara

Grand Baking Demo Bersama Chef Wallace

Membuat Jus Wortel Lebih Nikmat & Bergizi

Beef Steak Tempo Doeloe

SPICY CHICK KREMES

KUNG PAO FIESTA KEECHO

Membuat Bitter Ballen

Fungsionalitas Santan

Pentingnya Bread Improver

Prospek Bisnis Produk Olahan Susu

Strategi Meningkatkan Keuntungan Bisnis Restoran dan Kafe

Jaga Kesehatan dengan Asupan Makanan





 
created by kulinologi.biz 201
multi gas detector murah